Tempat sobat menemukan berita, informasi, kesehatan, opini, review dan lainnnya

Daging Kambing Asal Binongko lebih Enak, ini Alasannya

Kolomberita.online

Makanan khas dari pulau Binongko banyak yang unik dan menarik seperti kasoami, tombole, poufe, dan lain-lain. Namun, dalam jenis masakan dan olahan makanan di pulau Binongko baik berupa olahan daging maupun olahan lainnya selalu memiliki ciri khas tersendiri.


Baca juga: Mama Binongko Bocorkan Rahasia Ternak Kambing Berkualitas


Ciri khas masakan di pulau Binongko terutama olahan masakan dagingnya, selalu menonjolkan cita rasa daging yang sebenarnya. Contohnya masakan olahan daging kambing di Pulau Binongko memiliki ciri khas nikmat dan lebih lezat dari daging kambing lainnya.


Masak daging kambing, olahan daging kambingIlustrasi anak kambing dan anak laki-laki. Photo by: Sasint/pixabay


Apasih yang membedakan olahan daging kambing di Pulau Binongko terasa lebih enak dan nikmat ketinbang olahan daging kambing lainnya?

Sebelumnya, kita harus ketahui bahwa di Binongko sangat sulit untuk menemukan banyak bumbu-bumbu atau rempah-rempah masakan seperti cengkeh, kayu manis, dan lain-lain. Kalaupun ada, maka kita harus membeli dari tempat atau pulau lainnya terlebih dahulu. 

Oleh sebab itu, sejak jaman dahulu orang atau masyarakat Binongko lebih menyukai cita rasa masakan termasuk olahan daging yang lebih menunjukan rasa daging itu sendiri tanpa harus dibaluri terlalu banyak rempahan sehingga rasa olahan daging di dominasi rasa bumbu rempah saja.

Sehingga, bagi orang Binongko dalam membuat masakan atau olahan daging seperti kambing pemilihan daging benar-benar harus diperhatikan. Karena ini adalah faktor yang sangat menentukan terhadap enak dan tidaknya hasil olahan masakan daging kambing tersebut.

Jadi, bagi orang Binongko berikut ini adalah dua hal yang harus diperhatikan agar menghasilkan olahan daging kambing yang enak dan nikmat sehingga berbeda dengan jenis daging kambing lainnya.


Ternyata, poin penting yang harus di perhatikan dalam menghasilkan masakan daging kambing yang lezat ini bukan dari cara pengolahan daging kambingnya tetapi karena dua hal berikut ini:

Kambing Jantan yang Sudah Disunat Terlebih Dahulu

Bagi orang Binongko, pemilihan daging kambing pada bagian ini sangat penting yakni jika membeli kambing jantan maka setidaknya kambing tersebut sudah di sunat terlebih dahulu. Istilah dalam bahasa Binongko disebut 'kampepe'.

Masyarakat Binongko mempercayai bahwa kambing jantan yang sudah di 'kampepe' memiliki rasa daging yang lebih lezat dan enak. Sedangkan daging kambing yang belum di 'kampepe' maka rasa dagingnya seperti tercampur dengan air seninya.


Tukang Penyembelih Hewan

Hal kedua yang paling diperhatikan oleh orang Binongko agar menghasilkan daging kambing yang lezat adalah memilih tukang penyembelih hewan yang ahli dan sudah dipercaya banyak orang.

Orang Binongko juga meyakini bahwa mungkin saja banyak orang yang mampu menyembelih hewan tapi tidak semua diantara mereka yang mampu menghasilkan daging sembelih yang lezat.

Kadangkala, jika salah dalam proses penyembelihan dapat menghasilkan daging kambing yang lebih amis, serta pengaruh lainnya yang dapat mengurangi cita rasa kelezatan olahan daging kambing.

Dua hal diatas adalah dua hal yang kadang masih diperhatikan dalam membeli hewan bagi orang Binongko di pulau Binongko agar menghasilkan olahan daging kambing yang lebih nikmat tanpa harus diolah dengan banyak bumbu dan rempah-rempah.

Mama Binongko ini Bocorkan Rahasia Pelihara Ternak Kambing yang Baik dan Berkualitas

Rahasia Ternak Kambing Berkualitas ala 'Mama Binongko'


Kambing adalah salah satu hewan ternak yang nikmat dan lezat untuk dimakan ketika diolah dagingnya dengan baik. Namun ternyata, salah satu olahan daging kambing yang lezat tersebut juga di pengaruhi oleh kualitas kambing itu sendiri.


Tips merawat kambing berkualitas
Ilustrasi Gambar kambing dan seorang anak. Sumber: Pixabay/filinecek


Jika bicara tentang kualitas kambing, bahkan prosesnya bisa dimulai sejak kambing itu lahir, pemeliharaannya, makanannya,

Baca juga: Daging Kambing Asal Binongko lebih Enak, ini alasannya

gizinya, dan lain-lain. Namun, tentang cara pemeliharaan atau beternak kambing setiap peternak mungkin akan berbeda-beda karena mereka memiliki caranya tersendiri dalam beternak kambing.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh "sebut saja" (Mama Binongko) yang menceritakan pengalamannya dalam beternak kambing hingga ia membocorkan rahasia menghasilkan kambing yang berkualitas menurut pengalamannya selama puluhan tahun ini.

Menurut "Mama Binongko", dalam beternak kambing tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dalam beternak hewan apapun kita harus tahu syaratnya agar hewan yang kita pelihara menjadi berkah dan manfaat untuk kita juga memiliki kualitas yang baik. Sangat penting untuk memahami bagaimana harus memelihara hewan ternak agar memiliki kualitas yang baik sehingga juga menghasilkan daging ternak yang enak atau nikmat dimakan.


Wakatobi

  1. Fakta Unik dan Khasiat Kasoami sebagia makanan khas di Wakatobi - New!
  2. HARUS BANGGA, 2 LAGU WAKATOBI INI WAKILI KEARIFAN BUDAYA WAKATOBI DAN MAKNA POSITIF WAKATOBI MENDUNIA - New!

Wakatobi news

  1. 4 Profesi Idaman di Wakatobi, PNS paling di Incar?


Berikut ini adalah syarat yang harus dipenuhi agar menciptkan hewan ternak kambing yang berkualitas menurut pengalaman Mama Binongko:


Merawat dengan setulus hati dan memahami bahwa hewan juga memiliki naluri


Menurutnya, syarat utama yang harus kita pahami dalam beternak misalnya kambing adalah memiliki hati yang ikhlas dan sabar. Kambing atau hewan lainnya yang kita ternak biasanya memiliki naluri yang tajam dan keterikatan dengan majikannya. Kambing atau para hewan ternak tersebut dapat memahami suasana hati si pemilik entah baik atau buruk, tulus atau tidaknya, bahagia atau sedih.

Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara kita memberi makan para hewan ternak tersebut misalnya kambing. "kambing itu mengenal suasana hati saya, jadi jika saya memberi makan mereka dengan ikhlas maka kambing saya juga akan makan dengan senang dan gembira, jadi kambing yang selalu merasa bahagia secara tidak langsung juga membuat daging kambing akan nikmat diolahnya". Tutur Mama Binongko.

Bahayanya, dari pengalaman saya: saya tidak bisa bicara kasar dengan kambing-kambing yang saya ternak. Meskipun suasana hati saya sedang sedih atau marah, saya tetap berusaha bagaimana caranya agar tetap merawat mereka dengan ikhlas. Karena terkadang omongan kasar saya akan menimbulkan bahaya kepada kambing ternak saya dikemudian hari. Misalnya sakit atau mati.


Penuhi kebutuhan dan makanannya

Saya bilang merawat kambing itu harus rajin. Buat saya, ternak kambing bukan lagi usaha sampingan tapi sudah rutinitas utama saya. Bahkan, bisa dibilang sama dengan saya merawat anak-anak saya walaupun jelas untuk urusan membesarkan anak tidak bisa disamakan dengan kambing ya, kata Mama Binongko.

Saya katakan, kalau saya bekerja setengah- setengah untuk merawat kambing ternak saya maka kebutuhan mereka tidak akan tercukupi apalagi urusan makannya. Di Binongko ini daerah bebatuan, jadi pohon dan kayu yang memiliki daun untuk makanan kambing juga sulit tumbuh, jadi untuk mencarinya susah. Tapi, saya terus berusaha memenuhi keperluan makan mereka. Meski harus naik gunung untuk mencari makanan kambing, tapi itulah kegiatan saya tiap hari. Memang begitu.

Saya memberi mereka (kambing) makan dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Saya juga memperhatikan jenis daun apa saja yang paling digemari oleh kambing saya. Jadi saya tidak sembarangan mengambil rumput untuk makanan kambing saya.

Menurut saya, kambing yang berkualitas adalah kambing yang gemuk dan berkulit bersih terang. Sudah pasti kambing yang kurus itu adalah kambing yang kurang terawat oleh majikannya.


Kambing Jantan Wajib di Sunat

Sudah menjadi kebiasaan kami sejak dari orang tua saya juga yang pernah merawat kambing. Bahwa kambing jantan itu harus disunat. Selain berpengaruh pada kesehatan kambing juga memberi cita rasa berbeda dan lebih nikmat pada olahan kambing yang sudah disunat ini. Meskipun mungkin dalam dunia medis belum ada penelitian tentang ini tapi dari keluarga saya turun-temurun sudah mempercayai kebiasaan ini. 

Menurut saya, kambing jantan yang disunat memang menghasilkan cita rasa berbeda dan jauh lebih nikmat daripada jenis kambing jantan lainnya.


Menjaga kesehatan kambing

Saya jujur saja kurang memberi vitamin atau suplemen khusus untuk merawat kambing saya agar terhindar penyakit. Karena menurut saya, kambing yang bergizi karena makanan non-obat lebih nikmat daripada kambing yang terlalu sering menerima suntik vitamin dan sebagainya.

Tapi, ada beberapa hal yang saya perhatikan agar terus menjaga kesehatan kambing ternak saya. Salah satunya dengan menjaganya dari kutu hewan.

Isi artikel halaman 2.
Saya menggunakan obat/kapur pembasmi serangga yang bisa saya gunakan secara eksternal yakni pada kulit kambing dengan menggoreskannya langsung. 

Setahu saya dari pengalaman saya yang sudah bertahun-tahun merawat kambing, kutu hewan atau kutu kambing itu memiliki pengaruh besar pada kesehatan kambing. Misalnya menimbulkan penyakit pada kambing, kambing menjadi kurus dan tidak terlihat sehat, kulit kambing berkeriput dan lain-lain.

Jujur, saya juga memberikan suntikan vitamin pada kambing saya tapu hanya pada beberapa kambing yang saya anggap kurang sehat saja serta memberikan penanganan tersendiri dibanding kambing lainnya.


Saya sudah lama menjadi peternak kambing.

Isi artikel halaman 3.
Hanya saja sekarang ini kambing-kambing saya tidak begitu banyak lagi. Karena saya sudah tua, tenaga saya juga sudah berkurang. Jadi terkadang saya menjualnya dengan harga yang cukup murah untuk mereka yang memerlukan.

Sejak kecil juga saya sudah sering ikut memelihara kambing milik orang tua saya. Jadi, sejauh ini saya sudah belajar banyak tentang cara memelihara kambing. Sebenarnya ada banyak hal dan tantangan serta syarat penting dalam merawat kambing. Tapi, saya tidak bisa menjelaskan semuanya lebih detail. Karena semuanya hanya bisa dibuktikan dengan praktek daripada sekedar bicara.

Cari Blog Ini

Back To Top